Jakarta, Tokohnasional.com – Tiga tahun lalu rakyat Indonesia dikejutkan dengan ulah seorang Kiai yang berani-beraninya melabrak musuh di dalam kandangnya. Kiai tersebut datang dengan diundang untuk berbicara dihadapan umat Yahudi dan pembesar-pembesarnya, bukan dalam forum seminar, melainkan forum Talk Show dimana forum tersebut dipandu oleh seorang host yang Bernama Rabbi David Rosen dan Kiai tersebut menjadi bintang tamunya. Dalam dialog tersebut, Gus Yahya menyinggung bahwa kita sebagai kaum Bergama seharusnya bertanya pada diri kita apakah fungsi Agama hanya sebagai sebuah alat untuk menjustifikasi suatu konflik dan apakah bisa Agama difungsikan untuk menjadi sumber inspirasi untuk memberikan solusi terhadap suatu konflik? Padahal selama ini kita selalu terlibat konflik untuk memperebutkan barang, sumber daya, kekusaan, dan lain sebagainya?

Dalam Pertanyaannya, Gus Yahya menggunakan kalimat “We people of religion” yang berarti “kita sebagai umat beragama” tanpa kita sadari ungkapan yang Gus Yahya sampaikan adalah sebuah pernyataan untuk menampar kaum Yahudi selaku umat beragama,  apakah selama ini cara mereka beragama sudah sesuai dengan ajaran Agamanya atau apakah fungsi Agama mereka hanya semata-mata untuk membuat konflik saja? Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa sedari dulu sampai saat ini umat Yahudi yang berada di naungan bendera Israel masih merawat konflik dengan negara Palestina dan dampak dari konflik tersebut banyak rakyat sipil yang menjadi korban dari ganasnya alutsista.

Tak hanya menampar, bahkan Gus Yahya menawarkan sebuah konsep “Rahmah” (kasih sayang) yang notabene berasal dari ajaran agama Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahwa dapat kita akui, meluasnya pengikut ajaran Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW saat itu lantaran Nabi Muhammad SAW berdakwah dengan santun dan menerapkan konsep “Rahmah” kepada siapapun orang yang didakwahinya dan dimanapun Nabi Muhammad SAW berdakwah.

(Syd)

By admin

2 thoughts on “Diplomasi Perdamaian Gus Yahya untuk Palestina”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *